Posted on 16 Desember 2009 by kamayap
Oleh : Kamayap
1. Pendidikan adalah tugas penting bagi kaum revolusioner. Sangat penting karena apa yang diperlukan dalam revolusi adalah perjuangan yang massa yang sesadar sesadarnya. Aksi-aksi yang didasarkan pada kesempatan dan katidakpastian adalah berbahaya bagi massa dan revolusi. Aksi yang revolusioner bukanlah perjuangan yang tergesa-gesa (impulsif) yang didasarkan pada emosi. Sebaliknya tiap langkah didasarkan pada studi ilmiah mengenai syarat-syarat dan kebutuhan-kebutuhan revolusi. Dari pendidikan yang memberi semangat kita dapat dapat menetapkan apa yang seharusnya dikerjakan, merumuskan rencana-rencana kita dan cara-cara mencapainya. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Marxists | 1 Komentar »
Posted on 12 Desember 2009 by kamayap
Oleh : Kamayap
NKRI atau Neo Kolonialis Rasis Indonesia secara resmi menancapkan kuku kekuasaannya atas Papua Barat pada tanggal 1 Mei 1963 melalui sebuah invasi militer yang dikenal dengan TRIKORA. TRIKORA atau Tri Komando Rakyat, yang salah satu point-nya berbunyi : “Bubarkan Negara Boneka Papua Buatan Belanda Kolonial”, adalah sebuah gerakan yang dicanangkan oleh Soekarno pada tanggal 19 Desember 1961 untuk membunuh bayi Papua Barat yang baru lahir. IA lahir pada tanggal 1 Desember 1961. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Selebaran Kontak | Leave a Comment »
Posted on 11 Desember 2009 by kamayap
Oleh : Kamayap
Perempuan berderajat lebih rendah daripada laki-laki – inilah anggapan umum yang berlaku sekarang ini tentang kedudukan kaum perempuan dalam masyarakat. Anggapan ini tercermin dalam prasangka-prasangka umum, seperti “seorang istri harus melayani suami”, “perempuan itu turut ke surga atau ke neraka bersama suaminya”, dll. Prasangka-prasangka ini mendapat penguatan dari struktur moral masyarakat yang terwujud dalam peraturan-peraturan agama dan adat. Lagipula, sepanjang ingatan kita, bahkan nenek-moyang kita, keadaannya memang sudah begini. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Suara Perempuan | Leave a Comment »
Posted on 30 November 2009 by kamayap
Oleh : Kamayap
Dalam menyikapi perubahan dewasa ini menuju Papua Baru, beberapa langkah konkrit yang perlu diambil: (a). Kedepan ini orang Papua diberi waktu dan kemerdekaan (diberi perlindungan dengan mencegah orang Non Papua memasuki tanah Papua) untuk membenahi diri dan menginventarisasi potensi dan kekuatan sosial budaya yang dapat mereka gali dan pake sebagai aset dalam proses sebagai subyek pembangunan. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Papuanisasi | Leave a Comment »
Posted on 28 November 2009 by kamayap
Oleh : Kamayap
Apakah perjuangan klas itu? Ia adalah perjuangan dari satu bagian Rakyat terhadap bagian lainnya; perjuang yang dilakukan oleh massa yang bekerja, tertindas, dan tak mempunyai hak, melawan kaum yang berhak istimewa, kaum penindas, kaum parasit; perjuangan kaum buruh upahan, atau kaum proletar, melawan kaum pemilik harta, atau burjuasi. Perjuangan yang besar ini telah senantiasa berlangsung di desa Rusia juga, meskipun tidak setiap orang melihatnya, dan meskipun tidak setiap orang mengerti akan artinya. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Marxists | Leave a Comment »
Posted on 28 November 2009 by kamayap
Oleh : Mob Rame Rame
Ada pace satu de pu nama Rakus Kuskus, de pu jadwal memancing itu tiap hari minggu. Jadi pas hari minggu dan pagi-pagi pace Rakus Kuskus ini de ambil pancingnya dan kabur ke sungai Digoel, de sampe di sungai de molai buang pancing dan de tunggu-tunggu trada ikan yang makan de pu umpan di kail itu, pace de tarik pancing lihat umpan dikail tidak ada perubahan dan de bilang ado… sebenarnya siapa yang “usir-usir ikan-ikan ini kah…?”. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Mob | Leave a Comment »
Posted on 27 November 2009 by kamayap
Oleh : Cenderawasih Pos
Jayapura – Ada wacana bahwa undang-undang Otonomi khusus (Otsus) perlu direvisi atau dikonstruksi, nampaknya turut menjadi perhatian Ketua Umum Dewan Adat Papua (DAP), Forkorus Yaboisembet,S.Pd. pihanya memilih melakukan Dialog Internasional ketimbang UU Otsus itu direvisi. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Malapetaka Otsus | Leave a Comment »